testimoni

testimoni

Nostalgia Lokomotif Uap Ala Bosnia & Herzegovina

Lokomotif uap saat melangsir rangkaian kereta angkutan batubara di Banovici, Bosnia | Dailymail

Pernahkah anda melihat lokomotif uap beroperasi? Di jaman modern seperti saat ini anda masih bisa melihatnya menarik rangkaian kereta wisata seperti Sepur Kluthuk Jaladara di Kota Solo ataupun di Ambarawa. Sangatlah tidak mungkin anda bisa melihat lokomotif uap menarik rangkaian kereta penumpang ataupun barang reguler di lintas-lintas utama karena mereka sudah digantikan oleh lokomotif diesel ataupun lokomotif listrik yang jauh lebih modern.

Namun stigma lokomotif uap yang "uzur" dan tak lagi kuat seketika akan sirna ketika anda berkunjung ke salah satu negara pecahan Yugoslavia, Bosnia dan Herzegovina. Di sana anda bisa melihat lokomotif-lokomotif uap yang tak lagi muda umurnya menarik rangkaian kereta angkutan batubara.

Lokomotif uap tipe 33 yang berada di tempat bongkar-muat batubara | Farrail

Anda bisa melihat para lokomotif uap menarik kereta angkutan batubara di Desa Oskova yang berada di Kota Banovici, 140 kilometer di sebelah utara ibukota Bosnia dan Herzegovina, Sarajevo. Meski umurnya tak lagi muda, lokomotif-lokomotif uap ini terlihat masih bugar dan kuat menarik rangkaian kereta batubara setiap harinya, walaupun gerbong yang bisa dibawa tidak sebanyak lokomotif diesel.

Rata-rata umur lokomotif di sini berumur 60 tahun lebih. Salah satu lokomotif yang terkenal di sini adalah 1948 yang masih aktif menarik rangkaian kereta batubara. Yang lainnya adalah lokomotif buatan Cekoslovakia (sekarang Republik Ceko) pada tahun 1935. Selain menarik kereta batubara, beberapa diantaranya juga disewakan untuk menarik rangkaian kereta wisata.

Lokomotif ini masih beroperasi menarik kereta angkutan batubara bukan karena tidak dilakukannya modernisasi armada. Pihak perusahaan tambang batubara di Oskova sebenarnya hendak melakukan modernisasi armada dengan mengganti lokomotif uap dengan lokomotif diesel. Namun atas permintan pecinta lokomotif uap pihak perusahaan pun mempreservasi armada lokomotif uap miliknya. Lokomotif yang dimiliki pun memiliki lebar sepur dan tipe yang berbeda-beda. Dari mulai 760 mm (tipe 25), 900 mm (tipe 53 dan UNNRA), hingga 1435 mm (tipe 33, tipe 62, dan tipe 126).

Semuanya dirawat di dipo lokomotif yang berada di Bukinje. Menjaga lokomotif uap tetap bugar dan prima untuk menarik kereta angkutan batubara dan kereta wisata tidaklah mudah. Terlebih suku cadang lokomotif uap ini tak lagi diproduksi. Alhasil para teknisi pun mengakalinya dengan membuat suku cadangnya sendiri.

Seorang teknisi yang sedang memotong pipa baja untuk perawatan lokomotif uap | Farrail

Keberadaan lokomotif-lokomotif uap ini pun berhasil menarik perhatian turis mancanegara terutama para pecinta kereta api datang ke Bosnia untuk melihat mereka beraksi. Direktur teknik tambang batubara Dzevac Hodzic mengatakan setiap tahunnya ada ribuan pecinta kereta api yang datang ke pertambangan ini hanya untuk melihat lokomotif uap di sana.

Laju modernisasi tidak dapat dihentikan. Seiring berjalannya waktu, hal-hal yang dianggap kuno akan tersingkir dengan sendirinya. Namun perusahaan tambang batubara di Oskova ini berhasil menjaga kearifan perkeretaapian Bosnia yang diwariskan oleh pendahulu mereka, Yugoslavia. Semoga saja lokomotif-lokomotif ini tetap bisa beroperasi menarik kereta angkutan batubara sebagai pengingat akan perkeretaapian di Eropa Timur di masa lalu.



RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment