testimoni

testimoni

Teknisi Jepang Dapat Penghargaan Setelah Ciptakan Perlintasan Untuk Rusa

SHARE
Ilustrasi rusa | Fox News

RE Digest, Jepang. Perlintasan kereta api sebidang. Yang terlintas di benak anda pastilah jalan maupun trotoar yang dibuat sebidang dengan jalur kereta api. Perlintasan kereta api sebidang biasanya dibangun oleh pemerintah, swasta, maupun swadaya masyarakat untuk penyeberangan, baik kendaraan maupun orang di jalur kereta api.

Namun apa jadinya jika perlintasan kereta api sebidang diciptakan bukan untuk penyeberangan orang maupun kendaraan melainkan untuk rusa? Inilah yang diciptakan oleh Yuji Hitika, seorang teknisi dari divisi kelistrikan Kintetsu Railway. Dirinya menciptakan sistem perlintasan sebidang yang aman untuk penyeberangan rusa di Jalur Osaka.

Yuji menciptakan perlintasan ini karena banyaknya kasus kecelakaan kereta api di jalur ini akibat rusa yang menyeberang dan "nongkrong" di jalur kereta. Meskipun masinis berusaha memperingatkan dengan mengklakson kereta, tetap saja rusa-rusa itu tidak bergeming dan tetap berada di tengah jalur. Alhasil rusa itu menabrak dan menyebabkan kecelakaan kereta api.

Perlintasan sebidang untuk penyeberangan rusa kini bisa dilihat di Jalur Osaka milik Kintetsu Railway. Perlintasan ini dipasang setiap 20 hingga 50 meter. Pagar kawat setinggi 2 meter dipasang untuk mencegah rusa menyeberang sembarangan. Sistem yang digunakan untuk perlintasan ini pun cukup canggih.

Pemancar gelombang ultrasonik dipasang di perlintasan. Pemancar ini terhubung dengan sensor yang ada di jalur. Jadi ketika sensor mendeteksi ada kereta lewat, pemancar akan memancarkan gelombang ultrasonik yang akan menakuti rusa sehingga rusa akan menyingkir dari jalur rel. Ketika kereta sudah melintas, pemancar ultrasonik akan mati dengan sendirinya dan rusa dapat menyeberang dengan aman. Cara kerjanya hampir sama seperti sistem perlintasan sebidang otomatis. 

Skema perlintasan sebidang untuk penyeberangan rusa | Asahi

Saat ini, perlintasan sebidang untuk rusa ini terpasang di petak dekat Stasiun Higasi-Aoyama sejauh 1 kilometer di daerah Pegunungan Tsu. Perlintasan ini juga dipasang di petak antara Stasiun Haibara dan Muroguchi-Ono di jalur yang sama. Kehadiran perlintasan ini terbukti mengurangi angka kecelakaan kereta api akibat rusa di rel.

Pada tahun 2015 tercatat ada 17 kasus kecelakaan kereta api akibat rusa di rel. Setahun setengah setelah perlintasan dipasang, angka kecelakaan menurun jadi hanya 1 kasus. Berkat hasil karyanya tersebut, Yuji mendapatkan penghargaan Japan's Good Design pada tahun ini. Teknologi yang dicipitakan oleh Yuji juga mulai digunakan oleh perusahaan operator kereta lain.

JR West misalnya yang mulai mengujicoba sistem perlintasan sebidang untuk rusa di petak antara Stasiun Kamigori di Prefektur Hyogo dan Stasiun Mitsuishi di Prefektur Okayama di Jalur Sanyo sejak Maret lalu. Ternyata perkembangan teknologi tak hanya bermanfaat bagi umat manusia tapi juga untuk makhluk hidup lainnya seperti binatang.


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment