testimoni

testimoni

Kemenhub Siapkan Dana Untuk Reaktifasi Jalur Rangkasbitung - Labuan

SHARE
Stasiun Labuan di Pandeglang, Banten | Wikipedia

[3/2]. Setelah tertidur hampir 36 tahun dan tak ada kepastian kapan ia akan terbangun. Akhirnya ada kepastian tentang kapan Jalur Rangkasbitung - Labuan akan bangkit dari tidur panjangnya. Kementerian Perhubungan telah menyiapkan dana sebesar Rp 1 triliun untuk proyek reaktifasi jalur kereta api Rangkasbitung - Labuan.

Kepala Bappeda Provinsi Banten Hudaya Latuconsina mengatakan telah dilakukan pembahasan mengenai rencana re-aktifasi ini antara 4 pihak, yakni Kemenhub, Pemprov Banten, Pemkab Lebak, dan Pemkab Pandeglang pada 31 Januari kemarin. Nantinya akan ada 2 tahap proses reaktifasi jalur.

Pertama adalah tahap relokasi warga yang tinggal di bekas trase jalur ini. Proses relokasi akan difasilitasi oleh Pemda setempat. Hudaya mengatakan Pemkab Pandeglang melaporkan warga yang tinggal di sepanjang trase yang berada di wilayah Pandeglang sudah mengetahui tentang rencana re-aktifasi ini.

Lalu tahap kedua adalah proses renovasi 6 stasiun yang ada di sepanjang jalur ini. Hudaya mengatakan kondisi stasiun yang masih ada di jalur ini kebanyakan sudah rata dengan tanah atau mengalami kerusakan berat sehingga perlu diadakannya renovasi. Salah satunya adalah Stasiun Pandeglang yang kondisinya mengenaskan. Bangunan stasiun ini hanya tersisa dindingnya saja. Atap kereta sudah sepenuhnya hilang dan kondisi stasiun sangatlah tidak terawat. Selain itu, nantinya juga ada penataan stasiun terutama di Stasiun Rangkasbitung.

Kondisi Stasiun Pandeglang yang mengenaskan | Wikipedia

Hudaya mengatakan pihak Pemkab Lebak dan Pemkab Pandeglang menyambut baik rencana ini. Rencananya tahap pertama proses reaktifasi akan selesai pada akhir tahun 2018 ini atau paling lambat pada 2019 mendatang. Jika proses reaktifasi jalur Rangkasbitung - Labuan selesai dilakukan, maka selanjutnya yang akan diaktifkan adalah cabang dari jalur ini yakni jalur Saketi - Bayah.

Jalur Rangkasbitung - Labuan pertama kali beroperasi pada tahun 1908 dan dioperasikan oleh Staatspoorwegen. Jalur ini dibangun untuk angkutan barang dan penumpang. Kemudian pada tahun 1943 pada saat masa pendudukan Jepang di Indonesia, dibangun jalur cabang dari Saketi hingga Bayah untuk mengangkut batubara selama Perang Dunia 2.

Namun sayangnya kedua jalur ini pun harus ditutup. Jalur Cabang Saketi - Bayah ditutup pada 1951 dan Jalur Utama Rangkasbitung - Labuan ditutup pada 1982. Keduanya ditutup karena alasan yang sama yakni merugi. Dengan diaktifkannya kembali Jalur Rangkasbitung - Labuan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat mengingat dahulu kereta penumpang di jalur ini ramai dengan penumpang serta meningkatkan potensi pariwisata di Pandeglang.


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo

    Facebook Comment
    Google+ Comment

0 komentar:

Post a Comment