testimoni

testimoni

Kereta Ekonomi Produksi 2018 Diujicoba, Beginilah Penampakannya

SHARE
Rangkaian K3 2018 yang diujicoba | picture by: Muhammad S. Fadhil
[19/1] Setelah sekian lama menjadi teka-teki tentang bagaimana bentuk dan liverynya, kereta ekonomi produksi 2018 akhirnya mulai menampakkan wajahnya. Kemunculannya yang sekilas tertangkap kamera salah satu stasiun televisi berita sempat menghebohkan jagat pecinta kereta Indonesia. Lantas bagaimanakah penampakkan dari kereta ekonomi produksi 2018 ini?

Kereta ekonomi produksi 2018 ini bisa dibilang sangatlah berbeda dari kereta ekonomi produksi INKA sebelumnya. Jika sebelumnya INKA menggunakan bahan mild steel untuk bodi kereta, kali ini INKA menggunakan bahan stainless steel sebagai bahan luaran bodi. Selain itu, jika rangkaian kereta ekonomi (dan juga eksekutif) produksi sebelumnya masih dicat putih, kali ini bodi tidak dicat sama sekali sehingga terlihat warna asli dari stainless steel itu sendiri.

Hal itu membuat kita teringat dengan rangkaian kereta penumpang yang dioperasikan di Amerika Serikat, beberapa negara Eropa, dan beberapa negara Asia di mana kereta berbodi stainless steel tidak dicat sehingga warna asli baja terlihat dengan sangat jelas.

Kereta penumpang Amtrak yang berbahan stainless steel | Constant Contact

Livery yang digunakan pun juga berbeda dari kereta produksi sebelumnya. Kereta ekonomi produksi 2018 menggunakan livery hasil sayembara beberapa tahun lalu. Garis oranye yang memanjang di bagian tengah kereta disambung warna abu-abu di ujung kereta menjadi identitas kereta ini yang merupakan kereta kelas ekonomi. Selain bodinya yang agak "nyeleneh" dan liverynya, penempatan AC kereta ini pun juga berbeda dari kereta ekonomi dan eksekutif produksi sebelumnya.

Jika pada kereta produksi INKA sebelumnya kotak AC ditempatkan di ujung kereta bersebelahan dengan tangki penyimpanan air, pada kereta ekonomi produksi 2018 kotak AC ditempatkan di tengah-tengah kereta. Persis seperti pada rangkaian KRDE AC, KRL Bandara Soetta, maupun rangkaian KRL eks Jepang. Untuk interior kereta sendiri tidak berbeda jauh dengan K3 "Premium" produksi 2017.

Kereta pembangkit K3 2018 | picture by: Muhammad S. Fadhil

Sebagai pelengkap satu trainset kereta, diproduksi pula kereta makan dan pembangkit. Ada yang unik dari kereta makan produksi 2018 ini, di mana kereta makan ini tidak memiliki kelas layanan sehingga hanya berkode "M" tanpa embel-embel angka penanda kelas. Kereta makan tanpa kelas merupakan hal yang lumrah dalam perkeretaapian dunia yang sedang akan dicoba diterapkan oleh KAI. Kereta makan tanpa kelas juga sekaligus meng-upgrade layanan kereta api mixed class (kelas campuran) di mana biasanya kereta makan yang digunakan pada kereta kelas campuran (c: eksekutif dan bisnis) menggunakan kereta makan dengan kelas lebih rendah, sehingga penumpang kelas eksekutif yang ingin makan di kereta makan seperti turun kelas sebelum kembali lagi ke tempat duduknya.

Rangkaian kereta ekonomi produksi 2018 semakin menampakkan dirinya dalam uji coba yang dilakukan pada pagi tadi. Rangkaian pertama yang terdiri dari 10 kereta kelas ekonomi, 1 kereta makan, dan 1 kereta pembangkit diujicobakan dengan rute Madiun hingga Cirebon lewat Purwokerto, dan kembali ke Madiun lewat Semarang. Rangkaian berangkat dari Madiun pada Jumat pagi dan tiba di Cirebon pada sore hari. Rangkaian kembali ke Madiun pada Jumat sore dan diperkirakan sampai di Madiun pada Sabtu dini hari.

Uji coba kali ini dihela oleh lokomotif CC 206 13 98. Karena berangkat dari Madiun pada pagi hari, rangkaian ini terlihat begitu bersinar secara harfiah.
Kereta makan rangkaian K3 2018 | picture by: Muhammad S. Fadhil
Sampai saat ini belum diketahui secara pasti di mana rangkaian K3 2018 akan ditempatkan dan akan berdinas sebagai kereta apa. Namun yang pasti kehadiran K3 2018 ini menambah warna-warni armada kereta di Indonesia. Ini bukanlah kali pertama INKA memproduksi kereta penumpang dengan bodi stainless steel. INKA pernah membuat kereta penumpang ASC (Air conditioner Second Class) berbodi stainless steel untuk perusahaan kereta Malaysia, KTMB. Rangkaian ASC Stainless INKA di Malaysia saat ini beroperasi sebagai KA Ekspres Selatan relasi JB Sentral - Gemas. Selain itu, rangkaian KRL bandara Soetta dan kereta penumpang produksi 2016-2017 juga dirumorkan menggunakan bahan yang sama, meskipun seluruh badan kereta masih dicat.
Rangkaian kereta stainless buatan INKA di Malaysia | Rail Travel Station


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo


About Bayu Tri Sulistyo