testimoni

testimoni

Spot Fotografi Sepur yang Menarik di Jabodetabek (Part 4)

SHARE
Rangkaian KRL Bandara melintas Perimeter Bandara dengan Terminal 1 Bandara di latar belakang
Apa kabar rekan railfans? Setelah beberapa waktu lamanya, Tim REDaksi telah kembali dengan masih banyak lagi koleksi spot fotografi menarik yang tentu saja akan membuat para pembaca penasaran, terutama dengan adanya incaran baru para railfans yaitu rangkaian KRL Bandara. Penasaran dengan spot-spotnya? Simak terus artikel berikut ini!

Perimeter Bandara Soekarno-Hatta

Rangkaian KRL Bandara melintasi Perimeter Bandara
Spot fotografi yang bisa dibilang sangat baru ini terletak di wilayah Kota Tangerang, tepatnya di sekitar perimeter Bandara Soekarno-Hatta. Ada tiga lokasi yang dapat dijadikan spot, yaitu ujung barat perimeter yang berada di Jalan Pembangunan 3, bagian tengah perimeter yang berada di wilayah Saluran Irigasi, dan di perkampungan yang berada di sebelah petak rel Batuceper - Bandara Soekarno-Hatta. Untuk akses ke kedua tempat pertama, dapat menggunakan angkutan online dari Stasiun Tanah Tinggi, sedang untuk akses ke tempat ketiga dapat dengan berjalan kaki baik dari Jalan Pembangunan 3 atau menyusuri rel dari arah spot 2 setelah menyeberangi persawahan terlebih dahulu.
Peta lokasi spot di sekitar Perimeter Bandara
Spot pertama yang terletak berada di Jalan Pembangunan 3 ini dapat menawarkan pemandangan ciamik berupa rangkaian KRL Bandara yang sedang melintas di busur lengkung jalan rel menuju Bandara Soekarno-Hatta. Pembaca mempunyai opsi untuk mengambil dari tepi jalan dengan menggunakan lensa standar untuk mendapatkan pemandangan satu rangkaian full, ataupun menggunakan lensa tele untuk mendapatkan close-up detail rangkaian dari samping.
Close-up kereta kabin rangkaian KRL Bandara pada saat ujicoba perdana lintas Batuceper - Bandara Soekarno-Hatta
Jika menggunakan lensa standar, pembaca dapat memotret satu rangkaian full | Foto: Ln Eka Prakasa
Tidak hanya dari tepi jalan saja. Jika pembaca merasa tertantang untuk menyusuri sawah hingga berada di dekat rel, pembaca juga dapat memotret dari dekat rangkaian KRL Bandara yang sedang beraksi melewati lengkung jalan dari sisi luar.

Dikarenakan posisinya yang dekat dengan ujung landas pacu di sisi barat (Runway 07R), jika arah pendaratan pesawat dari sebelah barat, maka pembaca dapat saja memotret pesawat yang sedang mendarat melintas di atas rangkaian KRL Bandara. Akan tetapi Tim REDaksi belum sempat mencoba gaya fotografi ini dikarenakan arah kedatangan pesawat dari arah timur ketika Tim REDaksi mencoba spot ini.
Rangkaian KRL Bandara beraksi melalui lengkung jalan dekat Bandara Soekarno-Hatta | Foto: Gilang Fadhli
Beranjak ke spot kedua, spot yang berada di Jalan Irigasi ini letaknya lebih jauh dari rel dibandingkan dengan spot yang berada di Jalan Pembangunan, sehingga sangat disarankan untuk menggunakan lensa tele untuk mendapatkan hasil yang maksimal. 

Dari sini, tidak hanya pemandangan satu rangkaian full yang dimungkinkan untuk didapat, tetapi juga perpaduan pemandangan rangkaian KRL Bandara yang melintasi sekumpulan pesawat yang sedang parkir baik di Terminal 1 Bandara ataupun di Hangar GMF AeroAsia atau bahkan yang sedang lepas landas/mendarat tergantung arah kedatangan pesawat. 
Rangkaian KRL Bandara melintas Perimeter berbarengan dengan sebuah pesawat Airbus A320 Citilink Indonesia yang sedang lepas landas
Rangkaian KRL Bandara sedang melintas di depan hangar GMF AeroAsia
Sedangkan jika turun ke bagian tengah sawah, fokus keindahan akan bergeser dari perpaduan aktivitas KRL Bandara dengan aktivitas pesawat menjadi fokus dengan keindahan persawahan dari dekat. Bahkan jika beruntung, pembaca dapat memotret aktivitas KRL Bandara dengan latar belakang Gunung Karang, yang menciptakan suasana foto yang sangat ciamik seolah sedang berada di luar Jabodetabek.
KRL Bandara melintas dengan latar belakang Gunung Karang
Sementara itu spot ketiga terletak berada di sebelah perkampungan ini dapat menawarkan pemandangan rangkaian KRL Bandara yang sedang beraksi melewati lengkung jalan dari dekat di sisi dalam, baik dari arah Stasiun Batuceper ataupun arah Stasiun Bandara Soekarno-Hatta, yang kontras dengan pemandangan dari sisi luar yang ditawarkan di spot pertama. 
Rangkaian KRL Bandara sedang berbelok menuju Bandara Soekarno-Hatta
Rangkaian KRL Bandara dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Stasiun Batuceper
Rangkaian KRL Bandara menikung dari Batuceper dengan seorang anak kecil yang berani melintas sampai-sampai KRLnya melakukan pengereman
Rangkaian KRL Bandara dari Batuceper di sudut fotografi yang lain
Dan tentu saja, dikarenakan lokasinya yang dekat dengan bandara, pembaca juga selain mencoba memadukan aktivitas KA dan pesawat, juga dapat mencoba berfokus dengan aktivitas pesawat yang berada di sini. Meski demikian, dikarenakan lokasinya di dekat Terminal 1, lebih banyak pesawat berbadan sempit macam Lion Air, Citilink Indonesia, dan Batik Air yang lepas landas/mendarat di sisi ini meski tidak menutup kemungkinan pesawat berbadan lebar juga melakukan hal tersebut sesuai pengaturan pengawas udara. 

BNI City - Sudirman

Rangkaian KRL Bandara memasuki Stasiun BNI City
Petak rel antara Stasiun BNI City dengan Stasiun Sudirman juga ternyata menyimpan potensi hunting yang sangat menarik, tepatnya berada di jalur akses antara Stasiun Sudirman dengan Stasiun BNI City yang baru dibuat untuk memudahkan (Meski sebenarnya masih sangat memberatkan dengan tangga yang buru-buru dibuat) akses antara kedua stasiun tanpa harus keluar ke Jalan Bangka.

Terdapat dua sudut di mana pembaca bisa mengambil foto yaitu di dekat pintu masuk Stasiun Sudirman, dan di atas jalan akses sisi Stasiun BNI City. Dari sisi pintu masuk Stasiun Sudirman, pembaca dapat memotret dari arah bawah KA yang sedang menuruni Stasiun BNI City memasuki Stasiun Sudirman. Sedangkan untuk memotret KA yang berada di Stasiun Sudirman, akan lebih mudah dan aman jika dilakukan di sisi Stasiun BNI City. 

Penggunaan lensa standar di sini dapat memberikan hasil yang baik untuk KA yang sedang keluar dari "perosotan" BNI City, sedang penggunaan lensa tele dapat memberikan hasil optimum untuk KA yang sedang berada di dalam "perosotan" BNI City. 

Rangkaian 05 102F menuruni "perosotan" BNI City
Rangkaian 6111F dan 6125F berpapasan dengan logo KCJ dan logo KCI
Siluet rangkaian seri 6000 yang melintasi Stasiun BNI City
Sementara di atas jalan akses menuju Stasiun BNI City tepatnya di atas tangga, pembaca dapat memotret aktivitas KA yang sedang berada di Stasiun Sudirman selain juga KA yang sedang melalui "perosotan" baik dari arah atas ataupun bawah, dan jika pembaca berjalan lebih dekat ke Stasiun BNI City, pembaca dapat memotret dengan jelas aktivitas KRL Bandara dan KRL KCI di dalam lingkup stasiun tersebut. 

Di sini, pemotretan dapat menggunakan lensa standar ataupun lensa tele, di mana lensa standar cukup direkomendasikan untuk pemotretan wide angle di dekat peron Stasiun BNI City ataupun Stasiun Sudirman, sedangkan lensa tele direkomendasikan untuk memotret dari sisi jauh yaitu dari tengah jalan akses menuju Stasiun BNI City. Selain itu, perlu diingat, pencahayaan di sini terutama pada saat sore hari bisa dibilang kurang baik, sehingga belajarlah untuk memegang kamera dengan stabil dan menemukan setting kamera yang optimum. 
Framing antara sebuah KRL Bandara dengan sebuah bus Transjakarta
Rangkaian 6106F sedang "membengkok" menuruni "perosotan" BNI City

Rangkaian KRL Bandara sedang menurunkan penumpang di Stasiun BNI City
Rangkaian 6123F menuruni "perosotan" BNI City dari atas. 
Rangkaian BOO109 dengan aktivitas penumpang di Stasiun Sudirman
Hal yang perlu diperhatikan adalah dikarenakan banyaknya orang yang lalu-lalang di sini, selalu perhatikan posisi memotret agar tidak menghalangi lalu-lalang orang, dan perhatikan jarak aman dikarenakan spot ini cukup dekat dengan rel. Selain itu, ada kemungkinan spot ini terutama di sudut pintu masuk Stasiun Sudirman segera diberi pagar tinggi, sehingga sempatkan dirimu datang ke sini. 

Pasar Minggu

Rangkaian 6101F melintasi perlintasan Pasar Minggu menuju Tanjung Barat
Selanjutnya menuju Stasiun Pasar Minggu, Tim REDaksi juga menemukan spot fotografi yang menarik tepatnya di Jembatan Penyeberangan Orang dan di bekas perlintasan KA yang berada di sisi selatan Stasiun. Mengaksesnya cukup gampang, tinggal berjalan kaki dari Stasiun Pasar Minggu melewati Jalan Raya Pasar Minggu ke arah selatan hingga mencapai spot

Dari Jembatan Penyeberangan orang, pembaca dapat memperoleh pemandangan high angle yang apik menghadap rel KA, di mana pembaca dapat leluasa memotret aktivitas KA yang memasuki/keluar dari Stasiun Pasar Minggu jika menghadap utara dengan hamparan ubi jalar yang cukup indah. Menghadap selatan sulit dilakukan dikarenakan adanya pohon yang menghalangi jika memotret dari atas. 

Rangkaian BUD22+27 meninggalkan Stasiun Pasar Minggu menuju Depok
Rangkaian 7122F memasuki Stasiun Pasar Minggu
Dari bekas perlintasan KA, pembaca mempunyai dua pilihan gaya foto, yaitu memotret KA yang sedang berbelok memasuki/meninggalkan Stasiun Pasar Minggu jika menghadap utara, ataupun memotret KA yang sedang bergerak lurus setelah meninggalkan Stasiun Pasar Minggu menuju Tanjung Barat jika menghadap selatan, yang keduanya dapat dilakukan dengan apik, baik dengan lensa standar ataupun lensa tele. Posisi pemotretan dapat dilakukan baik di bekas pos penjaga perlintasan, ataupun di sisi dekat tempat kendaraan dari Pasar Minggu memutar balik. 

Rangkaian BOO123 menuju Jakarta Kota
Rangkaian BOO106 di kala belum adanya pemasangan kode rangkaian
Rangkaian 6111F membelok menuju Stasiun Pasar Minggu
Rangkaian 5817F menuju Bogor
Rangkaian BUD88+86 menuju Stasiun Depok


Mangga Dua

Rangkaian KA Lokal Purwakarta di hari terakhirnya berangkat dari Stasiun Jakarta Kota
Sementara itu di jalur lingkar terdapat satu spot yang menurut Tim REDaksi juga tak kalah menariknya yaitu di perlintasan KA Mangga Dua. Untuk mencapai spot ini, pembaca dapat menggunakan bus Transjakarta arah Ancol dan turun di Halte Gunung Sahari Mangga Dua, lalu berjalan hingga menemukan pertigaan Jalan Gunung Sahari dengan Pangeran Jayakarta untuk kemudian berbelok kiri hingga menemukan perlintasan.

Sementara jika menggunakan KRL Commuter Line dan turun di Stasiun Kampung Bandan, lalu berjalan keluar menggunakan pintu selatan (Pintu yang ada tangga menuju jalur arah Tanjung Priok) ke Jalan Pangeran Jayakarta dan menyeberang di JPO untuk kemudian berjalan ke perlintasan. Spot yang Tim REDaksi gunakan adalah di sebelah pos satpam Mangga Dua Square yang berada di samping rel. 

Di spot ini pemandangan yang terbaik adalah untuk memotret aktivitas KA yang sedang berbelok dari arah Kampung Bandan dikarenakan sudut pandangnya yang lebih luas dibanding dari arah Kampung Bandan, ataupun KA yang bergerak lurus menuju Stasiun Rajawali. Memotret di sisi seberang rel kurang disarankan karena sudutnya yang lebih sempit dibandingkan dari sisi Mangga Dua Square. Dikarenakan spot yang cukup sempit sudutnya, disarankan untuk menggunakan lensa standar untuk mendapatkan hasil maksimal. 
Sebuah rngkaian KRL seri 203 ketika masih berstamformasi 8 kereta berbelok menuju Kampung Bandan
Rangkaian 8612F menuju Stasiun Rajawali dan Jatinegara melintasi perlintasan
Rangkaian 8007F ketika masih beroperasi sebagai satu rangkaian utuh formasi 8 kereta menuju Jatinegara
Jarak antara spot dengan rel cukup dekat sehingga selalu berhati-hati. Disarankan mengambil posisi di tangga pos satpam dikarenakan jaraknya yang aman tetapi memberikan jangkauan yang baik.

Rawabuntu

Rangkaian KA Kricak bersiap melintas Stasiun Rawabuntu
Stasiun Rawabuntu mungkin memang sudah dikenal akan spotnya yang mainstream yang berada di sisi barat Stasiun yang dikenal dengan tikungan De Latinos dari nama cluster perumahan yang berada di dekatnya. Spot yang berada di jembatan dekat sinyal masuk Stasiun Serpong ini dapat diakses dengan keluar dari Stasiun Rawabuntu dari pintu selatan, menelusuri perkampungan hingga menemukan lagi akses ke rel, lalu kemudian menyusuri rel hingga dekat jembatan yang berada di sisi barat. 
Rangkaian KA Lokal Rangkasbitung ketika masih ada melewati jembatan tikungan de Latinos. Selain di sisi ini yang sudah mainstream, Rawabuntu juga memiliki satu spot lagi yaitu di sisi barat. 

Akan tetapi, di sisi timur Stasiun Rawabuntu juga terdapat spot yang tidak mainstream, tetapi tidak kalah menarik. Tempatnya sangat mudah diakses, cukup dengan berjalan kaki ke arah timur dari pintu keluar Stasiun (Baik utara maupun selatan) hingga menemukan perlintasan tidak berpalang pintu. Dari sini, jika pembaca mengambil posisi di warung yang ada di sisi selatan, pembaca dapat memotret aktivitas KA yang akan melewati lengkung S di spot ini, baik yang mengarah ke Tanah Abang ataupun yang mengarah ke Serpong, sedang jika berada di sisi seberang rel, pembaca juga dapat memotret KA yang sedang memasuki Stasiun Rawabuntu dari arah Serpong.
Rangkaian BUD89 memasuki Stasiun Rawabuntu | Foto: Lukman A Mukti
Rangkaian BOO69 semasa belum diberi kode rangkaian menuju Stasiun Tanah Abang
Rangkaian BOO141 memasuki Stasiun Rawabuntu | Foto: Gilang Fadhli
Bergeser sedikit dari perlintasan ke arah timur, pembaca dapat dengan lebih dekat memotret aktivitas KA menuju arah Serpong yang sedang melenggok indah di lengkungan S, dengan bentuk "S" yang lebih jelas terlihat dibanding jika mengambil foto dari sisi perlintasan. Bahkan jika beruntung, meski sekarang aktivitas KA lokal dan Krakatau (sayangnya) sudah tiada, pembaca masih dapat menemukan aktivitas KA barang yang berada di sini.
Rangkaian BOO128 semasa sebelum diberi kode rangkaian | Foto: Lukman A Mukti
KA Baja Coil kosongan meliuk indah di lengkung S | Foto: Gilang Fadhli
Selain itu, pembaca juga dapat mengambil foto dari jembatan jalan raya yang berada di atas rel KA. Pembaca dapat mengakses jembatan jalan raya dengan menggunakan tangga yang berada di sisi utara, untuk kemudian mengambil posisi dari atas rel. Dari sini, pembaca dapat memotret aktivitas KA di sisi timur Stasiun Rawabuntu dari atas, dengan aksi di lengkungan S dapat terlihat dengan sangat jelas.

Rangkaian BOO62 menuju Tanah Abang
Rangkaian BOO123 memasuki Stasiun Rawabuntu 

Kebayoran

Aktivitas KRL Commuter Line di Stasiun Kebayoran
Bergeser sedikit mendekati Jakarta, spot yang akan dibahas ini letaknya cukup dekat dengan Stasiun Kebayoran. Pembaca tinggal berjalan kaki dari pintu timur Stasiun Kebayoran lalu kemudian berjalan ke arah kanan mengikuti jalan kecil menuju selatan, lewat bawah flyover menuju jalan besar hingga kemudian menemukan bagian rel berpagar rendah di sebelah lengkung jalan, sekitar 450 meter dari Stasiun Kebayoran.

Dari sini pembaca dapat memotret aktivitas KA baik yang sedang berada di Stasiun Kebayoran terutama dengan lensa tele 300 mm atau kamera prosumer, maupun yang sedang melewati lengkung jalan baik menghadap Stasiun Pondok Ranji ataupun menghadap Stasiun Kebayoran, yang untuk sudut ini pembaca dapat menggunakan baik lensa biasa ataupun lensa tele.

Rangkaian BOO123 meninggalkan Stasiun Kebayoran 
Rangkaian BOO128 memasuki Stasiun Kebayoran
Rangkaian BOO144 melewati lengkung jalan dekat Stasiun Kebayoran
Rangkaian seri 205 memasuki Stasiun Kebayoran semasa Koridor 13 belum jadi | Foto: Nurachman Hafizh
Jika mempunyai kamera dengan zoom yang jauh, pembaca juga dapat memotret aktivitas bus Transjakarta di Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Koridor 13 ataupun Koridor 1C yang melewati flyover yang berada lebih rendah, atau bahkan momen ketika bus Transjakarta lewat di atas KRL Commuter Line yang memasuki/meninggalkan Stasiun Kebayoran.
Transjakarta Koridor 1C (Pesanggrahan - Blok M) di flyover dekat Stasiun Kebayoran

Manggarai-Tebet

Rangkaian BOO120 sebagai KA 1167 persiapan menyeberang pos 14
Ada beberapa spot fotografi antara Manggarai-Tebet yang cukup bagus untuk fotografi kereta api. Salah satunya adalah pos perlintasan nomor 14 Bukit Duri yang bukan merupakan spot fotografi yang asing. Spot ini biasa dipakai untuk mengambil foto rangkaian KRL yang keluar dari dipo Bukit Duri maupun KRL yang hilir mudik di lintas Bogor. Spot ini dapat dijangkau dengan berjalan kaki sekitar 15 menit baik dari Stasiun Tebet maupun Stasiun Manggarai, dikarenakan letaknya yang tidak terlalu jauh dari kedua stasiun. Bila pembaca terlalu malas untuk berjalan kaki, pembaca dapat naik ojek online menuju tempat ini.
Rangkaian BOO142 sebagai KA 1157 persiapan menyeberang pos 14
Rangkaian BOO106 sebagai KA 1541 persiapan menyeberang pos 14
Memotret menghadap selatan, pembaca akan dihadapkan dengan lurusan kecil dengan akhir dari lengkung panjang setelah Stasiun Tebet. Di tempat ini, beberapa tahun silam pernah terjadi tabrakan kecil antara KRL AC dan KRL non AC yang meskipun tidak merusak kedua rangkaian KRL namun mengganggu seluruh perjalanan KRL lintas Bogor pada saat peak hour. Pembaca dapat men-zoom kamera pembaca hingga tidak memperlihatkan bagian jalan raya yang menyeberangi rel jika pembaca tidak ingin memotret bagian jalan raya.
Rangkaian 6132F keluar dari dipo Bukit Duri sebagai rangkaian dinas KA 1380
Selain KRL yang hilir mudik, pembaca juga bisa memotret KRL yang akan keluar dari dipo Bukit Duri. Bila kamera pembaca memiliki kemampuan zoom cukup jauh, pembaca bahkan dapat memotret ketika KRL sedang menikung keluar dari dipo menuju Stasiun Manggarai.
Rangkaian 6101F sebagai KRL tujuan Bogor dan BUD99 sebagai KA 1388 tujuan Bekasi
Menghadap ke arah utara, pembaca akan disuguhkan dengan tikungan hasil switchover ke temporary track imbas pembangunan elevated rail yang akan digunakan KRL lintas Bogor jika nanti jalur dwiganda sudah beroperasi. Sebelumnya, tikungan S kecil ini tidak ada dan hanya ada jalur yang lurus keluar dari Stasiun Manggarai.
KRL seri 205 rangkaian NaHa 37+42 yang kini telah menjadi BUD26+21, sewaktu jalan rel antara Manggarai-Tebet belum dialihkan ke temporary track
Bila pembaca memiliki kamera dengan kemampuan zoom cukup kuat, pembaca bahkan dapat memotret KRL atau KA jarak jauh yang berangkat ke arah Bekasi dari tempat ini. Pembaca juga dapat memotret momen perpisahan antara kereta tujuan Bogor dan kereta arah Bekasi seperti yang ada di lagu "See You Again" yang dinyanyikan oleh Charlie Puth dan Wiz Khalifa.
Saling berhadapan antara KRL keluar dari Bukit Duri dan KA jarak jauh
Demikianlah spot hunting sepur menarik di Jabodetabek yang Tim REDaksi dapat ulas di kesempatan kali ini. Selamat berburu, dan selalu ingat, prioritaskan keselamatan ketika berburu. Sampai jumpa!

RED | Ikko Haidar Farozy | MPSCLFJRN

About Ikko Haidar Farozy

Hanya orang biasa yang juga menulis di RE-Digest.