testimoni

testimoni

[GALERI] Kereta Inspeksi Rail Two

SHARE
Langit biru, awan putih, dan kodok hijau. Kereta yang bentuknya seperti kodok kembar siam ini adalah kereta inspeksi Rail Two, kereta inspeksi terbaru yang dimiliki oleh PT Kereta Api Indonesia. Dalam foto ini, kereta inspeksi Rail Two baru pulang inspeksi dari Semarang pada Jum'at (16/2) lalu.
Kereta inspeksi (KAIS) ini terdiri dari dua unit kereta rel diesel (KRD) yang bersifat married pair, modifikasi dari KRD yang dulunya digunakan untuk revenue service. Awalnya, Rail Two dikenal dengan nama New Rail One, dikarenakan terdapat nama tersebut di dalam interior kereta. Selain New Rail One,  KAIS ini juga sempat dikenal dengan nama Kereta Inspeksi 2, karena tulisan yang terdapat di bagian eksterior kereta. Sebelum memiliki nama, pecinta kereta api menyebut KAIS ini dengan sebutan kodok atau cabai hijau. Bahkan, ada juga yang menyebutnya ulat bulu.
Dalam klasifikasi KAI, KAIS Rail Two merupakan sarana dengan tipe MH101. Kami masih mencari arti dari kode MH101 tersebut.
KAIS ini dialokasikan di dipo lokomotif Tanah Abang, menemani KAIS Wijayakusuma yang telah terlebih dahulu berada di Tanah Abang sejak akhir 1990an. Selain KAIS Rail Two dan Wijayakusuma, dipo lokomotif Tanah Abang juga memiliki dua unit KRD penolong married pair, sehingga dipo lokomotif Tanah Abang saat ini mengkoleksi 5 unit KRD.
KAIS ini merupakan modifikasi dari KRD kelas 1 yang sebelumnya akan digunakan untuk KRD bandara Kualanamu di Sumatera Utara, yang kemudian tidak pernah dikapalkan ke Sumatera Utara dan justru dialihkan untuk layanan KRD Sri Wedari Kutoarjo-Yogyakarta-Solo Balapan yang dialihkan lagi untuk layanan KRD Kedungsepur Semarang Poncol-Ngrombo, yang juga merupakan modifikasi dari KRD kelas bisnis dan ekonomi. Kereta bernomor K1 3 82 02 dengan marking "Kereta Inspeksi" ini dahulunya bernomor KD2-82209 miik dipo Tanah Abang yang digunakan untuk layanan KRD Bumi Geulis Bogor-Sukabumi.
Sedangkan kereta bernomor K1 3 80 01 dengan marking "Kereta Inspeksi 2" ini dahulunya bernomor KD3-80203 milik dipo Yogyakarta yang kemungkinan pada awalnya digunakan untuk layanan KRD Prambanan Ekspres Yogyakarta-Solo Balapan atau KRD Pandanwangi Solo Balapan-Semarang Poncol.
RED | MPSCLFJRN

Penulis, yang merupakan pemilik hak cipta dari foto-foto di atas, menerbitkan foto-foto tersebut dengan ketentuan berikut:Foto-foto di atas dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Atribusi-Berbagi Serupa 4.0 InternasionalAnda diperbolehkan:
  • Berbagi – menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apa pun;
  • Adaptasi – menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini.
Berdasarkan ketentuan berikut:
  • Atribusi – Anda harus mencantumkan nama yang tepat, memberikan tautan dengan lisensi, dan menyatakan bahwa perubahan telah dilakukan. Anda dapat melakukannya melalui cara yang Anda inginkan, namun tidak menyatakan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
  • Berbagi Serupa – Apabila Anda menggubah, mengubah, atau membuat turunan dari materi ini, Anda harus menyebarluaskan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama dengan materi asli.

About Muhammad Pascal Fajrin

Just a kid from yesterday, today. An early "two-headed age" young man with big dreams, and still trying to make those dreams come true. A romantic, loving, and caring person. Likes nasi goreng so much.