testimoni

testimoni

JR East Akan Lepas 336 Unit KRL Seri 205 ke Indonesia

SHARE
KRL seri 205 rangkaian KeYo M7, salah satu rangkaian KRL seri 205 yang beroperasi di jalur Musashino dengan subseri 5000 bertraksi VVVF refurbish tahun 2005 yang berasal dari jalur Yamanote dan diproduksi tahun 1985-1986 | foto: Cfktj1596/Wikimedia Commons (CC-BY-SA)
(28/2) - Pengadaan kereta rel listrik yang rutin dilakukan oleh operator perkeretalistrikan Jabodetabek, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), akhirnya kembali menunjukkan titik terang. Kali ini, KCI akan kembali mendatangkan KRL seri 205 dari East Japan Railway Company (JR East), yang telah didatangkan dalam jumlah besar oleh KCI sejak akhir 2013 yang lalu.

Dilansir dari siaran pers yang dikeluarkan oleh JR East, pihak JR East menyatakan akan melepas (menjual) seluruh rangkaian KRL seri 205 yang saat ini beroperasi di jalur Musashino, dengan jumlah total sebanyak 336 unit kereta yang dibagi menjadi 42 rangkaian formasi 8 kereta. 42 rangkaian kereta ini secara bertahap akan didatangkan ke Indonesia mulai Maret 2018 mendatang hingga tahun 2020. Jumlah ini merupakan jumlah yang fantastis, dan merupakan kontrak pengadaan rangkaian terbesar yang dilakukan oleh KCI sejak perusahaan tersebut berdiri pada tahun 2008. Ke-42 rangkaian KRL seri 205 ini dibagi menjadi 36 rangkaian subseri 5000 bersistem propulsi traksi VVVF-IGBT dengan nomor rangkaian M1 sampai M36, dan 6 rangkaian subseri 0 bersistem traksi sama seperti KRL seri 205 yang sudah ada di Indonesia, dengan nomor rangkaian M51, M52 serta M62 sampai M65. Di Jepang, KRL ini dialokasikan di dipo Keiyo (kode: KeYo).
KRL seri 205 subseri 0 rangkaian KeYo M51 merupakan rangkaian asal jalur Nambu | foto: Cfktj1596/Wikimedia Commons (CC-BY-SA)
Di antara 42 rangkaian tersebut, terdapat lima rangkaian dengan nomor M35 dan M62 sampai M65 yang merupakan rangkaian dengan bentuk "wajah" yang berbeda dari yang lain, yang di sebut "marchen" atau "fairy tale". Keenam rangkaian ini merupakan enam rangkaian seri 205 yang diproduksi pada tahun 1991 khusus untuk jalur Musashino dan sekaligus merupakan rangkaian kelompok produksi terakhir. Sedangkan 36 rangkaian lainnya merupakan rangkaian yang dimutasi dari jalur lain sejak 2005. Ke-36 rangkaian tersebut kebanyakan datang dari jalur Yamanote yang diproduksi pada tahun 1985 hingga 1986, meskipun ada juga pindahan dari jalur Nambu, dan ada juga beberapa unit kereta yang berasal dari jalur Saikyo yang kemudian diselipkan pada beberapa rangkaian yang datang dari Yamanote.
KRL seri 205 subseri 5000 rangkaian M35 | foto: basser/Wikimedia Commons (CC-BY-SA)
Foto yang sama dengan di atas, hanya saja sudah diedit sehingga mencerminkan bagaimana kurang lebihnya M35 saat beroperasi di Indonesia | edit oleh Omiya_Shinobu
Di Indonesia, rangkaian-rangkaian ini rencananya akan diatur ulang susunannya menjadi 12 kereta, sehingga nantinya akan ada 28 rangkaian KRL seri 205 formasi 12 kereta baru di tahun 2020. Belum diketahui apakah kedatangan KRL ini akan memensiunkan sejumlah rangkaian jenis lama atau hanya akan menambah jumlah armada KCI secara keseluruhan, namun tentunya kedatangan KRL seri 205 dari jalur Musashino ini sejalan dengan program mengurangi (atau bahkan menghapus) KRL-KRL dengan formasi 8 kereta, yang saat ini jumlahnya masih terdapat 28 rangkaian. Belum diketahui juga apakah KCI dan JR East hanya akan mendatangkan ke-42 rangkaian ini atau nantinya akan mendatangkan rangkaian jenis lain.

Ini bukan kali pertama KRL dari jalur Musashino didatangkan ke Indonesia. Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui Divisi Jabodetabek juga telah mendatangkan 16 unit KRL seri 103 dari jalur yang sama pada tahun 2004, yang dibagi ke dalam empat rangkaian formasi 4 kereta. Keempat rangkaian itu adalah KeYo E20, E21, E22, dan E27, yang keseluruhannya telah dipensiunkan oleh KCI (sewaktu masih bernama KCJ) pada tahun 2016 yang lalu.

Selain 42 rangkaian KRL seri 205, KCI juga akan mendatangkan dua rangkaian KRL seri 6000 dari Tokyo Metro di tahun ini, dari sisa tiga rangkaian yang ada. Satu rangkaian yang tidak dibawa, yaitu 6102F, rencananya akan dipertahankan oleh Tokyo Metro sebagai kenang-kenangan.

RED | MPSCLFJRN

About Muhammad Pascal Fajrin

Just a kid from yesterday, today. An early "two-headed age" young man with big dreams, and still trying to make those dreams come true. A romantic, loving, and caring person. Likes nasi goreng so much.