testimoni

testimoni

Pemasangan Kode Rangkaian KRL Meluas, Ini Foto-fotonya

SHARE
Rangkaian BOO109 dan BUD99 saling berpapasan di BNI City | Foto: Gilang Fadhli
Sejak diperkenalkan oleh seorang staf dipo Bukit Duri pada awal 2017 pada KRL seri 205, pemasangan kode rangkaian yang awalnya stagnan hanya dilakukan oleh dipo Bukit Duri pada rangkaian KRL seri 205 yang menjadi tanggung jawabnya kini meluas ke rangkaian-rangkaian lain milik dipo lain yang berada di ujung selatan jalur komuter Jabodetabek, yaitu dipo Bogor. Bila pada awalnya kode rangkaian dipasangkan hanya pada KRL seri 205 oleh dipo Bukit Duri, dipo Bogor justru mengawalinya dengan KRL seri 203 dan 8500 dan baru kemudian KRL seri 205. Hanya dipo Depok yang tidak memasangkan kode rangkaian kepada rangkaian-rangkaian miliknya, dikarenakan sudah adanya nomor bawaan di bagian depan rangkaian, dikarenakan seluruh rangkaian milik dipo Depok merupakan rangkaian-rangkaian eks Tokyo Metro.

Baca juga: Kode Rangkaian KRL Seri 205 Di-Indonesia-kan

Berkat adanya kode rangkaian ini, para pecinta kereta listrik di seantero Jabodetabek pun secara tidak resmi dapat melepas penyebutan rangkaian-rangkaian, khususnya rangkaian KRL eks JR East, dengan kode rangkaian aslinya ketika di Jepang. Cara penyebutan baru yang diperkenalkan ini mirip dengan cara penyebutan di Jepang, yaitu kode dipo dilanjutkan dengan nomor yang tertera pada kode rangkaian. Pun demikian, rangkaian-rangkaian KRL juga memiliki kode sarana masing-masing yang menjadi basis penyebutan oleh bagian sarana Kereta Commuter Indonesia.
Contoh kode rangkaian yang digunakan pada rangkaian-rangkaian KRL milik dipo Bogor dan Bukit Duri
Kini, kode rangkaian yang mayoritas ditulis dengan huruf Calibri warna putih dengan warna latar hijau yang dicetak pada kertas HVS dan dilaminasi yang kemudian digantungkan pada gantungan di sisi asisten masinis pada kabin masinis atau ditempelkan ke kaca kabin ini menjadi pemandangan umum yang pertama kali anda lihat ketika sebuah rangkaian KRL selain seri 05, 6000, atau 7000 masuk ke stasiun tempat anda menunggu KRL. Tulisan ini sendiri merupakan galeri foto rangkaian-rangkaian KRL yang telah menggunakan kode rangkaian tersebut, baik milik dipo Bukit Duri maupun dipo Bogor.

Seri 203


Penggunaan kode rangkaian pada KRL seri 203 dimulai dari rangkaian BOO108, satu-satunya rangkaian KRL seri 203 yang dioperasikan dengan formasi 8 kereta, pada awal kuartal terakhir 2017. Rangkaian ini juga menjadi rangkaian dipo Bogor pertama yang menggunakan kode rangkaian. Kemudian dilanjutkan dengan duet rangkaian formasi 10 kereta konfigurasi 4M6T, BOO106 dan BOO109. Rangkaian formasi 12 kereta satu-satunya, BUD2, belum menggunakan kode rangkaian hingga saat ini.

Rangkaian BOO106 di Stasiun Angke
Rangkaian BOO108 melalui perosotan BNI City menuju Stasiun Sudirman
Rangkaian BOO109 sebagai KRL Commuter Line tujuan Maja di Stasiun Tanah Abang

Seri 205


Rangkaian BOO78 formasi 10 kereta yang pada saat itu masih dimiliki dipo Bukit Duri sebagai BUD78 menjadi pionir penggunaan kode rangkaian pada seluruh rangkaian. Pemasangan kode rangkaian pada rangkaian ini dilakukan pada Februari 2017. Kemudian kode rangkaian meluas ke rangkaian seri 205 milik dipo Bukit Duri yang lainnya, baik formasi 10 kereta maupun 12 kereta. Pada saat yang sama, dipo Bogor yang telah memiliki 16 rangkaian KRL seri 205 belum mulai memasangkan kode rangkaian. KRL seri 205 milik dipo Bogor baru menggunakan kode rangkaian pada kuartal terakhir 2017 di saat jumlah rangkaian KRL seri 205 yang menjadi tanggungjawabnya sudah menyentuh 19 rangkaian, dimulai dari rangkaian BOO120 formasi 10 kereta. Hingga galeri ini diterbitkan, masih ada beberapa rangkaian KRL seri 205 yang belum memiliki kode rangkaian, baik yang berkedudukan di Bukit Duri maupun Bogor.
Rangkaian BOO15 berangkat dari Tanah Abang menuju Angke | foto: Lukman A. Mukti
Rangkaian BOO17 yang sudah weathered seperti zombie meliuk di Rawabuntu | foto: Lukman A. Mukti
Rangkaian BUD18+23
Rangkaian BUD22+27 lepas Pasar Minggu
Rangkaian BUD24+25
Rangkaian BUD26+21 menikung
Rangkaian BUD28+19, salah satu yang mengiklankan Pesta Olahraga Asia 2018
Rangkaian BOO42 di Stasiun Jatinegara
Rangkaian BOO62 di Jakarta Kota sebagai KRL tujuan Bogor pemberangkatan terakhir
Rangkaian BUD64+83 di Stasiun Jakarta Kota
Rangkaian BUD67 keluar dari Dipo Bukit Duri
Rangkaian BUD68+66 memasuki Stasiun Jakarta Kota | Foto: Lukman A Mukti
Rangkaian BOO69 tanpa logo menuju Stasiun Tanah Abang | Foto: Gilang Fadhli
Rangkaian BOO72
Rangkaian BUD73 sebagai KA 2021 menuju Tanah Abang - Rangkasbitung
Rangkaian BUD74+30 di Stasiun Jatinegara | Foto: Gilang Fadhli
Rangkaian BUD75+77 meliuk di tiber Jatinegara
Rangkaian BOO78 di Stasiun Manggarai
Rangkaian BUD79 berangkat dari Jatinegara ketika sedang diperpendek menjadi formasi 8 kereta | Foto: Lukman A Mukti
Rangkaian BUD84+85 melintas persawahan di Telagamurni menuju Cikarang
Rangkaian BUD88+86 di Stasiun Depok
Ujicoba rangkaian BUD89
Rangkaian BOO95 di Stasiun Parung Panjang
Rangkaian BUD99
Rangkaian BOO120 di Pondok Cina
Rangkaian BOO123 memasuki Stasiun Rawabuntu
Rangkaian BOO126 meliuk di Rawabuntu | Foto: Lukman A Mukti
Rangkaian BOO128 tanpa logo di Stasiun Sudirman | Foto: Gilang Fadhli
Rangkaian BUD129+102 di Cikarang
Rangkaian BUD137 setelah menembus asap berangkat dari Rawabuntu | foto: Lukman A. Mukti
Rangkaian BOO141
Rangkaian BOO142 di Stasiun Bogor, stasiun yang memiliki dipo yang menjadi homebase-nya
Rangkaian BOO144 menunggu pemberangkatan dari Stasiun Depok

Seri 1000


Satu-satunya rangkaian KRL seri 1000 yang masih aktif dan telah kembali berformasi 10 kereta, 1080F, juga dipasangkan kode rangkaian pada kuartal terakhir 2017 oleh dipo Bogor. Bila disebut menggunakan sistem JR, rangkaian ini bisa disebut sebagai BOO1080. Penggunaan kode rangkaian pada KRL seri 1000 dapat disebut sebagai pengganti nomor depan yang sedianya tercetak di bawah jendela kabin bagian muka sebelah kiri pada skema warna aslinya semasa di Jepang.

Rangkaian 1080F

Seri 8000


Menyusul 8604F milik dipo Bukit Duri yang dipasangkan kode rangkaian yang berbeda dari yang lain pada akhir 2017, 8003F yang juga milik dipo Bukit Duri juga dipasangkan kode rangkaian dengan warna hijau seperti pada umumnya pada minggu kedua Januari 2018. Padahal, pada rangkaian ini terdapat plat nomor di bagian muka, sehingga pemasangan kode rangkaian sebenarnya tidak diperlukan.
Rangkaian 8003F di Stasiun Manggarai

Seri 8500


Penggunaan kode rangkaian pada KRL seri 8500 dimulai dari rangkaian 8608F milik dipo Bogor pada kuartal terakhir 2017, kemudian berlanjut ke rangkaian-rangkaian seri 8500 milik dipo Bogor yang lain. Hal ini juga memicu penggunaan kode rangkaian pada rangkaian 8604F milik dipo Bukit Duri, Berbeda dengan rangkaian lain, kode rangkaian pada 8604F merupakan "edisi khusus" dikarenakan hadir dengan warna latar jingga dan bukan hijau seperti umumnya. Seperti halnya pada KRL seri 1000, penggunaan kode rangkaian pada KRL seri 8500 dapat disebut sebagai pengganti nomor depan yang pada awalnya ada di bagian tengah pintu darurat di bagian muka KRL.

Rangkaian 8604F, satu-satunya seri 8500 formasi 12 kereta pada saat ini, dan satu-satunya dengan kode rangkaian berlatar jingga
Rangkaian 8607F di Stasiun UI
Rangkaian 8608F di Stasiun Sudirman
Rangkaian 8610F di Stasiun Jatinegara | Foto: Gilang Fadhli
Rangkaian 8612F berangkat dari Stasiun Jakarta Kota | foto: Lukman A. Mukti
Rangkaian 8618F bersiap berjalan langsung di BNI City

RED | MPSCLFJRN | Ikko Haidar Farozy

About Muhammad Pascal Fajrin

Just a kid from yesterday, today. An early "two-headed age" young man with big dreams, and still trying to make those dreams come true. A romantic, loving, and caring person. Likes nasi goreng so much.