testimoni

testimoni

SMRT Akan Gunakan Teknologi F1 Untuk Memonitor Kereta

SHARE
Mobil F1 McLaren untuk musim balap 2018 | F1 News

[16/3]. Formula 1 atau F1. Siapa yang tidak tahu balapan mobil bergengsi ini. Pabrikan mobil dari seluruh dunia berlomba-lomba mengadu kecepatan dalam ajang adu balap ini. Tak sedikit uang yang dikeluarkan dalam balapan ini. Para pembalap berusaha memacu jet darat ini guna memperoleh kemenangan. 

Balap Formula 1 tak hanya bicara soal keteknikan mesin saja, tapi juga bicara soal teknologi canggih yang digunakan untuk memastikan mobil dalam kondisi terbaik untuk balapan. Teknologi inilah yang hendak digunakan oleh perusahaan MRT Singapura, SMRT, untuk memantau kondisi armada kereta mereka.

SMRT bekerjasama dengan pabrikan otomotif asal Britania Raya yang juga sudah memiliki nama di ajang balap Formula 1, McLaren, untuk menerapkan teknologi monitoring yang digunakan pada mobil balap Formula 1 untuk armada kereta mereka. Hal tersebut disampaikan oleh pihak SMRT pada Kamis kemarin.

Teknologi tersebut nantinya akan dikembangkan oleh anak perusahaan McLaren Group di bidang teknologi, McLaren Applied Technology yang bermarkas di Inggris. Bukan tanpa alasan SMRT menggandeng McLaren dalam pengembangan teknologi ini.

Selama musim balap 2017 lalu, McLaren telah mengumpulkan sebanyak 12 miliar data real-time dari 300 sensor yang ditanamkan di dua mobil. Data sebanyak itu digunakan untuk memonitor performa mobil selama balapan. Jadi nantinya teknologi yang sama akan diterapkan di rangkaian kereta. Tapi tentunya dengan sejumlah penyesuaian.

Kedua perusahaan nantinya akan mengembangkan teknologi monitoring ini untuk memonitor performa sejumlah komponen penting kereta seperti mesin, rem, sistem pneumatik, dan traksi di test-bed SMRT. Test-bed ini nantinya akan memberikan data akurat terakhir kereta.

Keduanya pun serius untuk mengembangkan teknologi ini. SMRT dan McLaren telah menandatangani memorandum kesepakatan pada 23 Februari lalu. Penandatangan dilakukan oleh perwakilan dari kedua belah pihak yakni Presiden SMRT dan Grup Desmond Kuek dan perwakilan CEO McLaren Group Dick Glover.

Kuek mengatakan dengan ditandatanganinya kesepakatan ini diharapkan bisa meminimalisir gangguan yang terjadi pada kereta komuter. Glover mengatakan McLaren merasa sangat tertarik untuk menerapkan teknologi balap mereka di kereta api. Dirinya berharap teknologi ini dapat meningkatkan performa kereta dan memberikan kenyamanan lebih pada para penumpang.


RE Digest | Bayu Tri Sulistyo
Channelnews Asia

About Bayu Tri Sulistyo