testimoni

testimoni

Tiongkok dan Jepang Kembangkan Kereta Cepat Tenaga Angin Bersama

SHARE
CRH2 kereta cepat Tiongkok yang berbasis Shinkansen E2 | Wikipedia

[27/4]. Apakah anda salah satu orang yang masih terjebak dalam perdebatan soal kereta cepat Tiongkok vs Jepang? Mungkin berita ini bisa mengakhiri perdebatan tanpa akhir ini. Tim teknisi Tiongkok dan Jepang saat ini tengah mengembangkan kereta cepat bertenaga angin. Kereta cepat tenaga angin ini diproyeksikan dapat melaju dengan kecepatan 400 hingga 500 km/jam.

Profesor aerodinamisasi dari Universitas Chongqing yang juga salah satu anggota tim ini, Lai Chenguan mengatakan purwarupa dari kereta cepat tenaga angin generasi pertama dan kedua sedang menjalani uji desain menggunakan terowongan angin yang ada di Jepang. Desain kereta cepat ini mungkin terlihat seperti desain kereta yang ada di film-film fiksi ilmiah.

Kereta didesain memiliki sayap yang berfungsi untuk membuat kereta sedikit melayang dari permukaan tanah untuk mengurangi hambatan angin ketika kereta melaju. Selain itu kereta ini juga dilengkapi dengan spoiler yang dapat mengurangi hambatan angin 30% hingga 40%. Badan dan rangka kereta dibuat dari magnesium alloy yang ringan dan dapat menghasilkan listrik dari gesekan dengan udara.

Model 3 dimensi dari kereta cepat tenaga angin yang dikembangkan tim teknisi dari Jepang dan Tiongkok | Atimes

Kereta ini pun juga didesain ramah lingkungan. Alih-alih menggunakan bahan bakar fosil ataupun listrik dari kabel LAA, kereta ini menggunakan tenaga surya dan tenaga angin yang menggerakan motor pneumatik sebagai sumber tenaganya. Meski didesain cepat, ringan, dan ramah lingkungan, namun kereta ini juga didesain untuk mengangkut penumpang dalam jumlah besar.



RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

 

About Bayu Tri Sulistyo