testimoni

testimoni

Beginilah Desain Lokomotif, KRD, dan Kereta Untuk Filipina

SHARE
[31/5]. Pecinta kereta api di Indonesia dan Filipina saat ini tengah berbahagia. Yang satu berbahagia karena akan kedatangan armada baru, yang satunya bahagia karena bangga akan mengekspor lokomotif, kereta penumpang, dan KRD. Selasa kemarin PT INKA dan Philippine National Railway menandatangani kontrak kerjasama pembelian lokomotif diesel hidrolik, kereta penumpang, dan KRD. 

Tentu banyak dari kita bertanya-tanya seperti apa sih lokomotif, KRD, dan kereta penumpang yang diekspor INKA ke Filipina? Apa sih keistimewaannya? Tenang kita bahas satu-satu.

Pertama adalah lokomotif diesel hidrolik yang akan diimpor PNR. Pada dasarnya lokomotif ini sama seperti CC 300 yang dimiliki oleh Kementerian Perhubungan. Yang berbeda hanya liverynya saja. Belum diketahui livery seperti apa yang akan digunakan oleh PNR pada lokomotif diesel hidrolik INKA ini. Sebanyak tiga unit lokomotif akan dibeli oleh PNR.


Selanjutnya yang akan dibahas adalah KRD. Jika diperhatikan bentuknya mirip seperti desain KRL Basoetta ataupun KRDE bandara yang beroperasi sebagai Minangkabau Express ataupun Solo Express. Namun terdapat sejumlah perbedaan pada KRD PNR ini. Jika pada KRDE BIM ataupun Solo Express hanya memiliki empat pintu, KRD PNR memiliki enam pintu dalam satu keretanya. KRD ini memang dirancang untuk angkutan komuter. Liverynya juga bisa dibilang cerah dengan warna dominan putih dan list hitam memanjang di jendela serta strip biru di bagian bawah.


Yang terakhir adalah kereta penumpang. Kereta penumpang ini lain dengan yang biasa diproduksi oleh INKA. Jika biasanya INKA memproduksi kereta penumpang untuk perjalanan jarak menengah atau jauh, kereta penumpang yang diproduksi untuk PNR ini adalah kereta penumpang komuter. Kereta penumpang ini memiliki 6 pintu dalam satu keretanya.

Yang unik pintu kereta ini dapat dibuka dan ditutup secara otomatis melalui kabin persis seperti KRD ataupun KRL komuter hanya saja dia tidak beroperasi sendiri melainkan ditarik lokomotif. Karena ini kereta komuter maka kapasitas angkutnya jauh lebih banyak ketimbang kereta penumpang biasa.



Rencananya rangkaian KRD, kereta penumpang, dan lokomotif yang dipesan PNR akan dikirim secara bertahap pada Januari dan Mei 2020 mendatang. Nantinya kesemuanya akan beroperasi melayani kereta komuter di Jalur Metro South Commuter antara Stasiun Tutuban dan Stasiun Alabang bersama dengan KRL JR 203 yang dihibahkan Jepang kepada Filipina.



RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo