testimoni

testimoni

Duet Maut Rangkaian KeYo M3 dan M24 Buka Ujicoba KRL Seri 205 dari Jalur Musashino

SHARE
Rangkaian KeYo M3 bergerak memasuki Stasiun Depok 
(5/5) - Minggu ini benar-benar menjadi minggu milik KRL seri 205 yang pernah beroperasi di jalur Yamanote. Dimulai dari rangkaian BOO17 (eks HaE 31, eks YaTe 17) dan dilanjut dengan BUD18+23 (eks NaHa 34 dan NaHa 39, eks YaTe 18 dan YaTe 23), hari ini giliran dua rangkaian yang baru didatangkan dari jalur Musashino, yaitu KeYo M3 (eks YaTe 44) dan KeYo M24 (eks YaTe 33) yang diujicobakan di koridor Manggarai-Bogor.

Berbeda dari ujicoba rangkaian KRL seri 205 yang lain, ujicoba kali ini bisa dibilang spesial karena ujicoba ini adalah kali pertama rangkaian KRL seri 205 berpropulsi VVVF berjalan dengan tenaganya sendiri. 
Rangkaian KeYo M24 memasuki Stasiun Depok | Foto: Rico Perdana Putra
Rangkaian KeYo M24 di Stasiun Manggarai. Tampak jelas tulisan 1/42 masih terlihat
Rangkaian ujicoba hari ini dimulai dari KeYo M24, yang diberangkatkan dari Stasiun Depok menuju Manggarai pukul 9:55 dan tiba pukul 10:35. Rangkaian berhenti sejenak di Stasiun Manggarai untuk kemudian kembali diberangkatkan menuju Stasiun Depok untuk selanjutnya pulang dipo. Rangkaian ini merupakan rangkaian KRL seri 205 dari jalur Musashino pertama yang dikirimkan dari Dipo Keiyo menuju Pelabuhan Niigata sebelum dikapalkan ke Pelabuhan Tanjung Priok, dengan penampil tujuan "Musashino Dream untuk Jakarta".
Rangkaian KeYo M3 sebagai rangkaian kedua yang diujicobakan hari ini
Rangkaian KeYo M3 di Stasiun Manggarai | Foto: Nurachman Hafizh
Sementara itu, rangkaian KeYo M3 menjadi rangkaian kedua yang diujicobakan pada siang hari yang berangkat dari Stasiun Depok menuju Stasiun Manggarai pukul 13:55 dan tiba pada pukul 14:30. Rangkaian berhenti sejenak di Stasiun Manggarai untuk kemudian kembali diberangkatkan menuju Stasiun Depok untuk selanjutnya pulang dipo. Rangkaian ini merupakan rangkaian KRL seri 205 dari jalur Musashino ketiga yang dikirimkan dari Dipo Keiyo menuju Pelabuhan Niigata sebelum dikapalkan ke Pelabuhan Tanjung Priok, dengan penampil tujuan "Jakarta" dengan motif bunga Sakura. 

Adaptasi lingkungan yang dilakukan pada kedua rangkaian ini mengikuti skema pengecatan pada rangkaian BOO17 setelah perawatan akhir lengkap (PAL) di Dipo Depok, dengan ciri-ciri headmark stay yang diwarnai merah dan tutup lampu akhiran kereta diwarnai putih. Namun sayangnya, penampil tujuan karya Dipo Keiyo telah dilepas dari kedua rangkaian ini sehingga semua penampil tujuan hanya menampilkan warna putih kosong. Penampil tujuan mungkin akan diganti dengan tujuan-tujuan di Jabodetabek seperti pada rangkaian KRL seri 205 yang telah lebih dahulu tiba di Indonesia sejak 2013.

Selain itu, nomor urut kereta oleh KCI juga menggunakan stiker dengan bentuk angka yang sama dengan yang digunakan pada KRL-KRL seri 6000 kedatangan 2017 maupun 2018. Sementara itu nomor urut kereta yang asli dari Jepang menggunakan model stiker yang sama dengan yang digunakan oleh rangkaian KRL JR East seperti seri 209, seri E231, dan seri E233 yaitu stiker abu-abu besar dengan angka putih.
Nomor urut kereta asli pada rangkaian KeYo M24
Satu rangkaian lain yaitu KeYo M15 yang tidak berpartisipasi pada ujicoba hari ini belum diketahui kapan akan diujicobakan. Setelah ini, KeYo M3 dan M24 masih akan dilengkapi lagi sebelum diujicobakan bersama Ditjenka Kemenhub. Rencananya, ketiga rangkaian ini sementara akan didinaskan dengan susunan aslinya yaitu 8 kereta, sebelum nantinya disusun ulang menjadi 12 kereta.

Sebagai penutup, berikut video ujicoba duet maut rangkaian KRL seri 205 propulsi VVVF ini. Selamat menikmati lengkingan traksi VVVFnya.

Video proses ujicoba perdana rangkaian KRL 205 dari Jalur Musashino | Video: Martinus Erico

RED | MPSCLFJRN | Ikko Haidar Farozy

About Muhammad Pascal Fajrin

Just a kid from yesterday, today. An early "two-headed age" young man with big dreams, and still trying to make those dreams come true. A romantic, loving, and caring person. Likes nasi goreng so much.