testimoni

testimoni

Filipina Impor KRD Dan Lokomotif Dari INKA

SHARE
Penandatanganan kontrak pembelian KRD dan lokomotif INKA oleh Filipina yang dihadiri menteri BUMN | INKA

[29/5]. PT INKA kembali melebarkan sayapnya di kancah industri kereta api dunia. Kali ini INKA mulai mengekspansi Filipina. Senin kemarin PT INKA dan Philippine National Railways (PNR) menandatangani kontrak pembelian 4 set kereta rel diesel (KRD) dan 3 unit lokomotif diesel hidrolik di Manila, Filipina.

Penandatanganan dilakukan oleh General Manager PNR Junn Magno dan Dirut PT INKA Budi Noviantoro dan disaksikan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Transportasi Filipina Mr Arthur Tugade. Kontrak tersebut memuat pembelian empat KRD senilai USD 26,4 juta, serta pembelian 3 unit lokomotif hidrolik dan 15 unit kereta senilai USD 26,1 juta.

Selain INKA, perusahaan kontraktor nasional Wijaya Karya juga menandatangani kontrak kerjasama pembangunan jalan tol antara Metro Manila dan Taguing sejauh 18 kilometer dengan Citra Manila Consortium. Rini mendukung ekspansi yang dilakukan oleh INKA dan WIKA di Filipina. Dirinya menganggap ekspansi ini merupakan bukti bahwa BUMN Indonesia kuat, handal, dan dipertimbangkan di luar negeri.

Baru juga ditandatangani bentuk lokomotifnya pun sudah terlihat. Bentuk lokomotifnya sama seperti bentuk lokomotif CC 300. Hanya berbeda warna saja. Jika CC 300 berwarna merah menyala, lokomotif diesel hidrolik PNR berwarna biru dan putih.

Purwarupa lokomotif diesel hidrolik yang akan diimpor Filipina dari Indonesia | Metra Media

Rencananya KRD yang diimpor akan dioperasikan di jalur Metro South Commuter antara Stasiun Tutuban dan Stasiun Alabang. Rencana PNR mengimpor lokomotif dari INKA seperti membangkitkan kembali kenangan lama ketika perusahaan pengelola pelabuhan Filipina, ICTSI, mengimpor satu unit lokomotif GE U20C buatan GE Lokindo pada 1997 sebelum akhirnya lokomotif tersebut dijual ke Australia pada 2003.



RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

About Bayu Tri Sulistyo