testimoni

testimoni

Gak Zombie Lagi, KRL Seri 205 Rangkaian BOO17 Selesai Perawatan Akhir Lengkap

SHARE
Rangkaian BOO17 sebagai KA 1153 di jalur 2 Stasiun Depok | foto: Farhan Zhafirin
(3/5) - Sebulan menghabiskan waktu di workshop Dipo Depok, KRL seri 205 rangkaian BOO17 akhirnya diujicobakan pada Rabu (2/5) lalu setelah menjalani program perawatan akhir lengkap (PAL), dan langsung beroperasi kembali di pagi ini di Jalur Merah. Rangkaian ini sekaligus menjadi penutup  program PAL pertama yang telah dilakukan sejak Agustus 2015 untuk rangkaian KRL seri 205 formasi 10 kereta.

Seperti biasanya, ujicoba kemarin dilakukan dengan rute Depok-Manggarai-Depok dengan jadwal pemberangkatan pukul 9:20 dari Stasiun Depok. Rangkaian ini mengenakan spesifikasi pola pengecatan campuran antara Dipo Depok dan Balai Yasa Manggarai untuk seri 205, di mana headmark stay pada muka rangkaian dicat merah mengikuti warna bagian muka lainnya, namun tutup lampu tanda akhiran kereta dicat putih. Selain itu, striping putih pada bagian tengah rangkaian dibuat tebal seperti halnya pada rangkaian BOO126 yang menjalani PAL pada bulan Maret 2018 di Dipo Depok, juga BUD129+102 yang menjalani PAL pada bulan Maret 2018 di Balai Yasa Manggarai. Stiker penomoran Kemenhub juga diubah menjadi cat seperti pada BUD129+102.

Selain itu, papan penanda kereta khusus wanita juga telah menggunakan model baru, tidak seperti pada rangkaian 205 formasi 10 kereta dari jalur Saikyo sebelumnya yang hanya menghilangkan striping warna pink pada badan kereta dan pintu dan masih menggunakan stiker penanda aslinya.

Lebih ajaibnya lagi, pantograf single arm pada rangkaian ini bertambah dari satu buah menjadi dua buah, dari yang sebelumnya hanya pada kereta MoHa 205-51 menjadi ada juga pada MoHa 205-49.
Rangkaian BOO17 sebelum menjalani PAL, terlihat seperti zombie bukan? | foto: Lukman A. Mukti
Nomor sarana pada kereta Tc205-17, terdapat kesalahan pada notasi tanggal PAL, seharusnya 30 April 2018 | foto: Farhan Zhafirin
KA 1153 memasuki Stasiun Pondok Cina


Rangkaian ini langsung beroperasi kembali hari ini mengisi perjalanan KA 1016 Depok-Bogor, KA 1069 Bogor-Jakarta Kota, dan KA 1070 Jakarta Kota-Depok sebelum bersiang di Dipo Depok. Rangkaian ini kemudian keluar lagi sebagai KA 1153 Depok-Jakarta Kota dan terusannya. Di bagian interior, seluruh sarung jok telah diganti menjadi warna biru dan merah. Selain itu, tidak terdapat penambahan blower Linedelier, di mana beberapa rangkaian KRL seri 205 yang PA di tahun 2017 maupun awal 2018 ini jumlah blower-nya ditambah agar persebaran udara hembusan AC lebih merata.

Rangkaian ini sempat mengalami mati suri pada tahun 2015 yang lalu dan akhirnya dibangkitkan kembali pada tahun 2016 dengan keadaan eksterior yang cukup memprihatinkan, di mana cat pada bagian muka memudar sehingga rangkaian ini terlihat seperti mayat hidup. Selain itu, cowcatcher pada setiap kereta berkabin juga merupakan cowcatcher rakitan lokal dengan warna lebih gelap yang menambah kesan pucat. Namun, kini rangkaian ini telah berubah 180 derajat dengan warnanya yang telah cerah kembali, dan cowcatcher-nya pun diganti dengan cowcatcher dengan bentuk yang lebih mirip seperti aslinya.

Dengan selesainya program PAL untuk rangkaian BOO17, maka tinggal dua rangkaian formasi 10 kereta lagi yang akan menjalani program PAL tahun ini. Kedua rangkaian KRL tersebut adalah rangkaian BOO106 (seri 203) dan rangkaian 5817F (seri 5000). BOO106 rencananya akan menjalani PAL di Balai Yasa Manggarai pada bulan Juni mendatang sesuai yang tertera pada stiker nomor Kemenhubnya, sedangkan 5817F sudah masuk program PAL untuk bulan Mei 2018 di Dipo Depok.

RED | MPSCLFJRN

About Muhammad Pascal Fajrin

Just a kid from yesterday, today. An early "two-headed age" young man with big dreams, and still trying to make those dreams come true. A romantic, loving, and caring person. Likes nasi goreng so much.