testimoni

testimoni

Akhirnya Kinclong, KRL Seri 5000 Rangkaian 5817F Diujicoba Setelah PAL

SHARE
KLB ujicoba 5817F melintas langsung Cawang menuju Bogor
(13/6) - Menjalani program perawatan akhir lengkap (PAL) sepanjang bulan Mei di workshop Dipo Depok, KRL seri 5000 rangkaian 5817F akhirnya diujicobakan di lintas selatan Jabodetabek. Rangkaian ini merupakan rangkaian formasi 10 kereta keempat dari lima rangkaian dan juga sekaligus rangkaian "The Piyuts" pertama dari dua rangkaian yang diprogramkan untuk menjalani PAL di tahun 2018.

Sebelum menjalani ujicoba secara dinamis, rangkaian ini terlebih dahulu menjalani ujicoba secara statis mulai Rabu (6/6). Rangkaian ini kemudian tetap mendekam di Dipo Depok sambil sesekali dinyalakan sebelum akhirnya diujicoba pada pagi ini. Rangkaian ini diujicobakan dengan rute Depok-Manggarai-Bogor-Depok, dengan jadwal pemberangkatan awal pukul 9:20 WIB dan kembali lagi di Depok dari Bogor pukul 12:30 WIB.

Terdapat perubahan yang sangat mencolok pada bagian eksterior rangkaian jika dibandingkan dengan sebelumnya. Spesifikasi strip samping tengah yang tadinya tipis mengikuti ukuran strip bawaan jalur Tozai, diperbesar menjadi seukuran strip pada KRL seri 203 maupun 205. Strip samping berukuran besar memang telah menjadi spesifikasi standar KCI sejak pertengahan tahun 2017 yang lalu, di mana KRL seri 6000 rangkaian 6121F dan 6124F menjadi rangkaian KRL non JR pertama yang menggunakan strip dengan spesifikasi tersebut. Sementara itu, pada bagian muka KRL hampir tidak ada perubahan warna kecuali palang vertikal yang kini dicat merah. Sayangnya, plat nomor samping pada kereta 5817 dan 5017, yang dipindahkan ke area gangway sebagai akibat dari pemasangan plat untuk corak kereta khusus wanita pada saat KRL ini menjalani PAL pertama di mana warnanya stripnya menjadi biru-kuning, tidak dipindahkan kembali ke sisi samping.
Rangkaian 5817F sebelum menjalani PAL dengan stiker yang terlihat pucat
Di akhir tahun 2016, rangkaian ini beserta 5809F dan 1090F dirumorkan akan pensiun dikarenakan tidak mendapat jatah PAL sepanjang tahun 2017, sementara 1080F yang telah mendapatkan jatah PAL pada tahun 2016 dianggap masih akan beroperasi setidaknya sampai jadwal PAL berikutnya. Namun, pemberlakuan GAPEKA 2017 yang berakibat kekurangan rangkaian formasi 10 kereta khususnya di jalur Bogor menghapus rumor liar tersebut, di mana formasi rangkaian milik Dipo Bogor ini diperpanjang menjadi 10 kereta dengan mengambil kereta 1092 dan 1093 dari rangkaian 1090F yang juga telah mendonorkan kereta 1094 dan 1095 untuk rangkaian 1080F. Rangkaian 1090F sendiri kini tidak beroperasi bersama 5809F yang mengalami masalah pada rodanya. Meski demikian, 1090F masih sering bolak-balik ke workshop Dipo Depok untuk pengecekan dan penyehatan komponen. Kedua rangkaian ini dikatakan mendapat jatah untuk PAL sebagai satu rangkaian formasi 12 kereta di tahun ini.
Nomor Kemenhub pada kereta 5359. Nomor Kemenhub pada rangkaian ini seluruhnya diganti stiker.
Setelah diujicobakan, 5817F tentunya akan dievaluasi kembali sebelum berstatus siap operasi dan kembali melayani penumpang. Sementara itu, KRL seri 205 rangkaian BUD26+21 yang menjalani program PAL untuk bulan Mei 2018 di Balai Yasa Manggarai telah diujicobakan pada Rabu (6/6) yang lalu dan langsung kembali berdinas pada Kamis (7/6) yang lalu. Sama seperti BUD18+23 yang menjalani PAL di bulan April 2018 di Balai Yasa Manggarai, formasi BUD26+21 juga berubah dari 6+6 menjadi 4+8 dengan memindahkan dua kereta pengikut pada BUD21 ke BUD26, di mana kemudian formasi BUD21 menjadi 4 kereta dan formasi BUD26 menjadi 8 kereta. Untuk bulan Juni ini, rencananya KRL seri 203 rangkaian BOO106 akan menjalani PAL di Dipo Depok, sedangkan rangkaian yang akan menjalani PAL di Balai Yasa Manggarai masih belum diketahui.

RED | MPSCLFJRN

About Muhammad Pascal Fajrin

Just a kid from yesterday, today. An early "two-headed age" young man with big dreams, and still trying to make those dreams come true. A romantic, loving, and caring person. Likes nasi goreng so much.